Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Pakai Bullet M2hp - Access Point



Assalamu'alaikum. wr. wb ...

Hello pejuang wifi, pada kesempataan kali ini saya akan menulis , maksudnya akan berbagi cerita pengalaman saya memakai produk dari Ubi jalar "ubiquiti" yaitu "Bullet M2HP". atau yang sering disebut "bm2hp". Perangkat ini bisa dibilang mungil, hanya sepanjang Pulpel/balpoin. Perangkat ini mempunyai power yang bisa di bilang besar, yaitu 600Mw dan bekerja di frekuensi 2,4Ghz dan bisa di gunakan sebagai AP ataupun Client. dalam pembelian, bm2hp tidak disertakan dengan POE, jadi dibeli terpisah, saya sendiri menggunakan POE ubiquiti 0.5a. untuk harga yang saya dapat sekitar Rp.958.000,- di BL (BUKALapangan) dan sekali lagi belum termaksud POE (beli terpisah). dalam tulisan ini, saya menggunakan bm2hp sebagai Access Point, dan mendapatkan IP dari Mikrotik. bm2hp belum saya coba menggunakan sebagai Client.

Baca Juga : PENGALAMAN PAKAI TL-WA7210N 150Mbps Mode Bridge with AP
oh iya, bm2hp tidak mendukung port gigabit, jadi hanya 10/100Mbps. bm2hp tidak dilengkapi dengan antena internal, jadi harus beli terpisah dengan antena external, bisa pakai antena Omni, yagi, grid, dll, dan yang saya suka dari produk ini tidak lagi menggunakan Pigtail alias Plug n Play dan tentunya bahan yang digunakan plastik keras dan tahan air dan cuaca extreeeem, panas, ujan, becek :D



sebelum saya lanjut ke pengalaman saya, kita liat dulu sepesifikasi dari bm2hp ini,

SPEKKK :

TX Power regulation:
Yes
Comformity:
FCC, CE
Default IP:
192.168.1.20
Default name:
ubnt
Default password:
ubnt
DHCP:
yes
Dimension:
152 x 37 x 31 mm
Encryption:
WPA, WPA2
Frequence:
2412 - 2462 MHz
Chipset:
Atheros
IPv6 support:
Transparent (Bridge mode)
LAN port:
1x RJ45 10/100 Mbps
Max. output power:
28 dBm
Modulation:
DSSS, OFDM, BPSK, QPSK, QAM
NAND:
8 MB
Operation mode :
AP, Client, WDS
Operational temperature:
-40 až 80 °C
OS:
AirOS V
Output for an external antenna
1x N male
Power supply:
PoE only (12-24V)
Procesor:
MIPS 4KC, 400 MHz
RAM:
32 MB
Sensitivity:
-96 dBm
Standards:
802.11g/n
Transmission speed:
150 Mbps



Bm2hp ini sudah saya pakai kira kira selama setahun, dan online selama 1x24 jam. bm2hp ini digunakan langsung dari HP/Laptop ( jarak 15 - 150 meter ) ataupun ditembak dari perangkat wifi Outdor -Tl-7210n/nano loco m2 (jarak 80m- 2km),  dan dikeroyok hingga 8-22 perangkat, dan membawa rata rata 2 sampai 8 Mbps, tapi AIR MAX pada bm2hp saya matikan. menurut saya jumlah client 1 - 8, berjalan dengan normal dan stabil, bahkan bisa dibilang sangat stabil pada jarak 150 meter. Sedangkan 9 - 23 userclient radio mulai susah mendapatkan ip, tetapi jika sudah dapat ip, dalam jarak tertentu ( kurang dari 80 Meter ), maka perangkat (user) sudah terbilang aman, meskipun disarankan jangan jalan-jalan agar signal tidak drop. Tapi ketika jumlah User sudah 24 - 30, radio ini sudah kehilangan kendali, bahkan pada radius 8 - 20 m, user susah mendapatkan IP dari radio, adapun konek ke radio, maka user sebelumnya akan kesulitan untuk berselancar di Internet, bahkan akan diskonek dengan sendirinya. Oh iya, bm2hp ini saya gabungkan dengan Antena Omni 15dbi, kesimpulan dari alat ini, saya rasa cukup memuaskan, hanya saja user client tidak lebih dari 20, agar bm2hp bisa berjalan dengan normal, takut jika dipaksakan akan rusak, saran dari saya, jika teman-teman punya user banyak, pakailah lebih dari 1 perangkat (bm2hp), dan antena bisa disesuaikan kebutuhan. saran saya, kalau memakai lebih 2 radio AP, pakailah antena sectoral, bisa diarahkan 3 penjuru agar bisa dapatkan hasil yang bagus. okee. sekian dulu revew dari saya. jika ada yang bertanya tanya seputar Bm2hp atau seputaran wifi, mikrotik, mungkin bisa saya bantu. saya bukan master loh om, saya juga masih pemula. jadi kita akan sharing - sharing :) ==> kotarindau95@gmail.com


10 komentar untuk "Pengalaman Pakai Bullet M2hp - Access Point"

  1. Kalo Antena Omni 15dbi waktu beli harga dan merk apa broo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bm2hp + tplink omni 15dbi
      Mungkin kalau pakai hyperlink akan lebih bagus lagi.thx ~Nsnet.id

      Hapus
  2. gan mau tanya,langsung dari HP/Laptop ( jarak 15 - 150 meter )
    itu antena dipasang tingginya berapa meter dan padat penduduk apa gimanah tuh gan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf gan baru balas,
      untuk ketinggian dengan jarak 15 - 150m, disini saya angkat radio setinggi 8meter, tentunya kembali dengan perangkat masing masing, untuk kepadatan penduduk, yah lumayan padat gan, dan untuk interfensi, disini ada yang pakai wifi booster yang 2 km masih terdektesi oleh HP/Laptop. tapi signal drop. ~nsnet.id

      Hapus
  3. Thanks for your share brew, ane mau beli juga soalnya

    BalasHapus
  4. Yang saya mau tanyakan apakah jika, membuat bisnis hotspot begini itu perlu ada izin atau bagaimana om ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih gan udah berkomentar..
      untuk pertanyaan agan memang sudah sering di tanyakan. kalau agan mau jelas. coba agan masuk grup di FB seputar RT/RW net. disana banyak para suhu yang akan menjawabnya.

      .............
      makasih

      Hapus
  5. Boleh minta ilmu nya om?saya coba buat hotspot pakai bullet M2hp pakai antena Hyperlink.tapi jarak 10 meter dari tower hp sudah tidak bisa dapat IP dari radio bullet lagi.salah nya dimana ya?mohon ilmu nya suhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba power di sesuaikan dulu om, jangan di set besar. gain di isi 0 aja. semoga bermanfaat.

      Hapus

Berlangganan via Email